Profil Sekolah
Sambutan Kepala Sekolah
Didik Hidayatullah, S.Pd
Sejarah Madrasah
Sejarah Singkat Berdirinya MI Al-Fatah
Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Fatah mulai dirintis pada sekitar tahun 1980-an atas prakarsa para tokoh Nahdlatul Ulama (NU) di Desa Tegalagung. Tokoh-tokoh yang berperan dalam perintisan madrasah ini antara lain Hj. Khoiruman, Hj. Darofah, H. Muntaha, Bapak K. Ruslan, Bapak Mursam, Bapak Kardhono, Bapak Rifai, dan Bapak Alfan.
Latar belakang berdirinya MI Al-Fatah berawal dari belum adanya lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama di Desa Tegalagung. Saat itu hanya terdapat lembaga pendidikan yang berafiliasi dengan Muhammadiyah (MD), sehingga muncul perbedaan pandangan dalam beberapa aspek keagamaan dan pengelolaan lembaga. Atas dasar keinginan untuk memiliki lembaga pendidikan yang berhaluan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, para tokoh NU berinisiatif mendirikan lembaga pendidikan sendiri.
Pada masa awal berdirinya, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di sebuah rumah milik pribadi yang berada di tengah Desa Tegalagung, lokasi yang saat ini menjadi tempat berdirinya Madrasah Diniyah. Setelah beberapa waktu, lokasi tersebut dipindahkan karena adanya niat mewakafkan tanah untuk pengembangan lembaga. Tanah wakaf tersebut berasal dari H. Khoiruman dan H. Muntaha, yang kemudian menjadi lokasi berkembangnya madrasah.
Bangunan pertama MI Al-Fatah sangat sederhana, berupa bangunan berdinding gedek (anyaman bambu) dengan konstruksi kayu yang hanya memiliki tiga ruang kelas. Karena keterbatasan ruang, proses pembelajaran dilakukan secara bergantian hingga akhirnya mampu melayani enam kelas.
Guru-guru yang mengabdikan diri pada masa awal berdirinya madrasah antara lain Bapak Sukasdi, Drs. Mursam, Bapak Tarno, Bapak Kanafi, Bapak Rifai, Bapak Nuriyadi, Ibu Sulifah, dan Bapak Mawardi. Dengan semangat pengabdian yang tinggi, mereka tetap melaksanakan kegiatan belajar mengajar meskipun sarana dan prasarana masih sangat terbatas.
Perjalanan MI Al-Fatah tidak lepas dari berbagai tantangan. Pada masa awal berdiri, terdapat penolakan dari sebagian pihak yang berpandangan bahwa berbagai amaliah keagamaan warga Nahdlatul Ulama merupakan bid'ah. Namun, berkat kesabaran, kegigihan, dan semangat kebersamaan para pendiri serta dukungan masyarakat, madrasah ini mampu bertahan dan berkembang. Jumlah peserta didik pada masa awal pun masih sangat sedikit, yaitu sekitar 3 hingga 7 siswa di setiap kelas.
Dalam proses pembangunannya, MI Al-Fatah memperoleh dukungan dari berbagai pihak. Sumber pendanaan berasal dari swadaya masyarakat serta bantuan dari para donatur, termasuk bantuan dari Malaysia yang dipelopori oleh Bapak Kardhono. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan sarana dan prasarana madrasah hingga menjadi lembaga pendidikan yang terus berkembang sampai saat ini.
Selain itu madrasah ini didirikan sebagai lembaga pendidikan yang bertujuan untuk memberikan layanan pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan umum dengan pendidikan agama Islam. Sejak awal berdirinya, madrasah berkomitmen mencetak peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berprestasi, serta mampu menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam perjalanannya, madrasah terus mengalami perkembangan, baik dari segi jumlah peserta didik, tenaga pendidik, maupun sarana dan prasarana. Berbagai fasilitas seperti ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, musala, serta fasilitas pendukung lainnya terus ditingkatkan untuk menunjang proses pembelajaran yang berkualitas.
Selain berfokus pada kegiatan akademik, madrasah juga aktif mengembangkan kegiatan keagamaan, ekstrakurikuler, dan pembinaan karakter. Berbagai prestasi di bidang akademik maupun nonakademik berhasil diraih oleh peserta didik sebagai wujud dari komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Hingga saat ini, madrasah terus berupaya menjadi lembaga pendidikan Islam yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman serta mengikuti perkembangan zaman demi mencetak generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara
Sejarah berdirinya MI Al-Fatah menjadi bukti bahwa semangat perjuangan, gotong royong, dan keikhlasan para tokoh serta masyarakat mampu melahirkan sebuah lembaga pendidikan yang terus memberikan manfaat bagi generasi penerus bangsa dan agama.
VISI DAN MISI
VISI
"Terwujudnya Madrasah Unggul, Berakhlakul Karimah, Religius Berhaluan Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah, dan Qur'ani."
MISI
- Menyelenggarakan layanan pendidikan yang bermutu, inovatif, dan berpusat pada peserta didik untuk mengembangkan potensi secara optimal.
- Mengembangkan potensi peserta didik agar berprestasi dalam bidang akademik dan nonakademik sesuai bakat, minat, dan kemampuannya.
- Membentuk peserta didik yang berakhlakul karimah melalui keteladanan, pembiasaan, dan penguatan karakter.
- Membudayakan kehidupan religius berdasarkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah melalui pembiasaan ibadah, amaliah keagamaan, dan keteladanan.
- Menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur'an melalui pembelajaran membaca Al-Qur'an secara tartil, menghafal, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.
TUJUAN MADRASAH
- Terwujudnya layanan pendidikan yang bermutu dan berpusat pada peserta didik.
- Tercapainya prestasi peserta didik dalam bidang akademik dan nonakademik sesuai potensi yang dimiliki.
- Terbentuknya peserta didik yang berakhlakul karimah, jujur, disiplin, bertanggung jawab, santun, mandiri, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan.
- Terbiasanya budaya religius melalui pembiasaan ibadah dan amaliah keagamaan sesuai nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah.
- Terwujudnya peserta didik yang mampu membaca Al-Qur'an secara tartil sesuai kaidah tajwid dengan metode Ummi
- Tercapainya target hafalan Al-Qur'an sesuai jenjang yang ditetapkan madrasah.
INDIKATOR KEBERHASILAN
Tujuan 1
Terwujudnya layanan pendidikan yang bermutu dan berpusat pada peserta didik.
- Terlaksananya pembelajaran yang aktif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik.
- Seluruh guru menyusun perangkat pembelajaran sesuai kurikulum yang berlaku.
- Meningkatnya kompetensi pendidik melalui kegiatan pengembangan profesi.
- Tersedianya sarana dan prasarana pembelajaran yang mendukung proses belajar mengajar.
- Meningkatnya kepuasan warga madrasah terhadap layanan pendidikan.
Tujuan 2
Tercapainya prestasi peserta didik dalam bidang akademik dan nonakademik sesuai potensi yang dimiliki.
- Meningkatnya hasil belajar peserta didik setiap tahun.
- Meningkatnya jumlah peserta didik yang meraih prestasi akademik.
- Meningkatnya jumlah peserta didik yang meraih prestasi nonakademik.
- Seluruh peserta didik mengikuti kegiatan pengembangan bakat dan minat sesuai potensinya.
Tujuan 3
Terbentuknya peserta didik yang berakhlakul karimah, jujur, disiplin, bertanggung jawab, santun, mandiri, dan peduli terhadap sesama serta lingkungan.
- Terlaksananya pembiasaan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun).
- Meningkatnya kedisiplinan peserta didik dalam mengikuti kegiatan madrasah.
- Berkurangnya pelanggaran tata tertib peserta didik.
- Terbiasanya sikap jujur, tanggung jawab, peduli, dan santun dalam kehidupan sehari-hari.
- Terlaksananya kegiatan pembiasaan peduli lingkungan.
Tujuan 4
Terbiasanya budaya religius melalui pembiasaan ibadah dan amaliah keagamaan sesuai nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah.
- Terlaksananya kegiatan pembiasaan pagi sesuai jadwal (upacara, salat Duha, dzikir, tilawah, Yasin–Tahlil, olahraga).
- Terlaksananya salat Zuhur berjamaah secara rutin.
- Terlaksananya amaliah keagamaan Aswaja An-Nahdliyah secara istiqamah.
- Terlaksananya peringatan hari besar Islam dan kegiatan keagamaan madrasah.
- Meningkatnya partisipasi peserta didik dalam kegiatan keagamaan.
Tujuan 5
Terwujudnya peserta didik yang mampu membaca Al-Qur'an secara tartil sesuai kaidah tajwid dengan Metode Ummi.
1. Terlaksananya pembelajaran Al-Qur'an dengan Metode Ummi secara rutin.
2. Meningkatnya kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid.
3. Seluruh peserta didik mengikuti munaqasyah/evaluasi Ummi sesuai jenjang.
4. Meningkatnya jumlah peserta didik yang lulus target pembelajaran Ummi.
Tujuan 6
Tercapainya target hafalan Al-Qur'an sesuai jenjang yang ditetapkan madrasah.
1) Terlaksananya program Tahfiz Al-Qur'an secara rutin.
2) Meningkatnya jumlah hafalan peserta didik sesuai target setiap jenjang.
3) Meningkatnya jumlah peserta didik yang mencapai target hafalan madrasah.
4) Terlaksananya evaluasi hafalan Al-Qur'an secara berkala.
STRUKTUR MADRASAH
- Pelindung : PENGURUS
- Kepala Madrasah : DIDIK HIDAYATULLAH, S.Pd
- Bendahara : H. TABIIN IHSAN, S.Pd
- Waka Kesiswaan : BUDI PURNOMO, S.Pd
- Waka Kurikulum : FATIMATUL KHOIRIYAH, S.Pd
- Waka Sarpras : SYAIFUL BAHRI, S.Pd
- Waka Humas : MUNAFIAH, S.Pd
- Ka. TU : LIA ALVIYUNITA, S.Pd
- Wali Kelas :
- Wali Kelas I : FATIMATUL KHOIRIYAH, S.Pd
- Wali Kelas II : BAYINAN, S.Pd.I
- Wali Kelas III : H. TABIIN IHSAN, S.Pd
- Wali Kelas IV : SITI PANDILAH, M.Pd
- Wali Kelas V : SYAIFUL BAHRI, S.Pd
- Wali Kelas VI : BUDI PURNOMO, S.Pd
- Kordinator Tahfidz : ABDUL SYUKUR MASKURI, S.Sos.I
- Kordinator UMMI : H. TABIIN IHSAN, S.Pd., AHLUL AZAR MA'ARIF, ST
- Kordinator Ekstrakurikuler :
- Drum band : BAYINAN, S.Pd.I
- Albanjari : AHLUL AZAR MA'ARIF, ST
- Pagar Nusa : BUDI PURNOMO, S.Pd
- Pramuka : BUDI PURNOMO, S.Pd. SYAIFUL BAHRI, S.Pd
- Tahfidz : ABDUL SYUKUR MASKURI, S.Sos.I.,
MOHAMMAD HAFIS ASYAIF
- Publikasi : H. TABIIN IHSAN, S.Pd., AHLUL AZAR MA'ARIF, ST
- Website : RIZQI TRI BACHTIAR, S.Pd. AHLUL AZAR MA'ARIF, ST
- Kordinator Pembiasaan Pagi :
- Senin : BUDI PURNOMO, S.Pd
- Selasa : H. TABIIN IHSAN, S.Pd.
- Rabu : AHLUL AZAR MA'ARIF, ST
- Kamis : ABDUL SYUKUR MASKURI, S.Sos.I
- Jumat : BAYINAN, S.Pd.I
- Sabtu : SYAIFUL BAHRI, S.Pd
